Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan kuliah lapang Mata Kuliah Fonologi Bahasa Indonesia di Yogyakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap fenomena kebahasaan yang terjadi di masyarakat. Kegiatan ini memanfaatkan berbagai ruang publik, seperti kawasan SD Negeri Kraton, kawasan Kraton Yogyakarta, dan Malioboro sebagai laboratorium bahasa untuk mengamati variasi pelafalan bahasa Indonesia yang digunakan oleh penutur dari beragam latar belakang.

Kuliah lapang yang melibatkan mahasiswa semester I ini didampingi oleh dosen pengampu, Dr. Endang Sholihatin, M.Pd. dan Hanum Lintang Siwi Suwignyo, S.Pd., M.A. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi, perekaman data tuturan, transkripsi fonetik, serta analisis variasi bunyi bahasa yang muncul dalam interaksi sehari-hari. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan konsep-konsep fonologi yang dipelajari di kelas dengan data kebahasaan yang nyata.
Melalui interaksi langsung dengan berbagai penutur, mahasiswa dapat memahami bagaimana faktor usia, profesi, asal daerah, dan latar sosial memengaruhi variasi pengucapan bahasa Indonesia. Pengalaman lapangan tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi akademik dalam bidang fonologi, tetapi juga melatih keterampilan penelitian linguistik sejak dini, khususnya dalam pengumpulan dan analisis data bahasa berbasis observasi lapangan.
Kegiatan kuliah lapang ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman nyata, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui pengenalan dan dokumentasi keragaman bahasa yang hidup di ruang publik sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
