Dosen Linguistik Indonesia Jadi Pembicara Terpilih Indonesia pada Konferensi Internasional di Bangkok

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur. Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd., terpilih sebagai pembicara (speaker) dari Indonesia dalam Global Conference on Education for a Sustainable Future (GCE 2026) yang diselenggarakan pada 11–12 Februari 2026 di United Nations Conference Centre (UNCC), Bangkok, Thailand. Keikutsertaan ini menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kontribusi akademik yang dilakukan dalam bidang pendidikan dan pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Dalam forum internasional tersebut, Dewi Puspa Arum mempresentasikan peran diplomasi bahasa Indonesia melalui program BIPA sebagai sarana memperkuat kerja sama pendidikan global dan memperkenalkan bahasa serta budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Paparan yang disampaikan menyoroti pentingnya bahasa sebagai instrumen diplomasi budaya yang mampu membangun pemahaman lintas bangsa sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global.

Konferensi yang diikuti oleh akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, serta perwakilan berbagai negara ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai penguatan sistem pendidikan berkelanjutan. Keterlibatan dosen Linguistik Indonesia dalam forum tersebut tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik yang dapat mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global.

Partisipasi dalam Global Conference on Education for a Sustainable Future (GCE 2026) ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan inovasi dan kerja sama pendidikan global, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas negara dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui diplomasi bahasa dan budaya yang mendorong terciptanya pemahaman serta hubungan yang harmonis antarbangsa.