{"id":1040,"date":"2024-10-16T16:00:13","date_gmt":"2024-10-16T09:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/?p=1040"},"modified":"2024-10-16T16:00:13","modified_gmt":"2024-10-16T09:00:13","slug":"mengenal-arsitektur-melalui-fasad-acp-yang-inovatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/mengenal-arsitektur-melalui-fasad-acp-yang-inovatif\/","title":{"rendered":"Mengenal Arsitektur Melalui Fasad ACP yang Inovatif"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia arsitektur modern, fasad bangunan memiliki peran penting, tidak hanya dari segi estetika, tetapi juga dalam hal daya tahan dan efisiensi. Salah satu material yang sering digunakan untuk fasad adalah <strong><em>Aluminium Composite Panel (ACP)<\/em><\/strong>, sebuah material konstruksi yang terbuat dari kombinasi panel aluminium dengan bahan komposit. <em>ACP<\/em> telah menjadi favorit untuk berbagai bangunan komersial seperti hotel, mall, dan gedung perkantoran.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak sedikit yang penasaran tentang bagaimana cara menciptakan keindahan arsitektur yang mengagumkan, terutama ketika melihat fasad yang terbuat dari <em>Aluminium Composite Panel<\/em> <em>(ACP).<\/em> Jenis <em>ACP<\/em> ada dua jenis yang pertama jenis <em>PVDF ( poly vinyl ) <\/em>dan jenis <em>PE (Polyester) <\/em>berikut ini penjelasan lengkapnya yang dapat digunakan untuk kontruksi bangunan.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><em>PVDF<\/em> (<em>Poly vinyl de Flouride or Polyvinylidene Difluoride<\/em>)<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>ACP PVDF<\/em> memiliki lapisan yang sangat tebal, dapat bertahan dalam berbagai cuaca yang ekstrem serta warnanya tidak pudar. Oleh karena itu, <em>ACP PVDF<\/em> ini sangat cocok untuk digunakan pada bagian eksterior sebuah bangunan. Harga dari <em>ACP PVDF<\/em> ini relative mahal karena berbagai macam keunggulannya tersebut<\/p>\n\n\n\n<p>2. <em>PE<\/em> (<em>Polyester<\/em>)<\/p>\n\n\n\n<p>ACP jenis polyester hanya memiliki satu lapisan, yang mana membuat lapisannya lebih tipis. Oleh karena itu harga dari jenis <em>Polyester PE<\/em> ini lebih murah dari jenis <em>PVDF<\/em>. Biasanya<em>, ACP<\/em> <em>Polyester<\/em> sering digunakan untuk konstruksi interior sebuah bangunan, seperti untuk plafon, partisi, atau penutup kolom.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Berikut adalah contoh bangunan yang menggunakan <em>ACP<\/em>:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"183\" height=\"275\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/nabila1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1044\" style=\"width:201px;height:auto\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Sumber: Instagram Avian Brands<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Nama Proyek: Avian Tower<\/p>\n\n\n\n<p>Lokasi: Jl. Ahmad Yani No. 317, Surabaya<\/p>\n\n\n\n<p>Luas Area Bangunan: 12.108 meter persegi<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah Lantai: 20 dengan 1 basemen<\/p>\n\n\n\n<p>Tinggi Bangunan: 84 meter<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"420\" height=\"300\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/nabila-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1050\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/nabila-2.png 420w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/nabila-2-300x214.png 300w\" sizes=\"(max-width: 420px) 100vw, 420px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Sumber: sarpras.unair.ac.id<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Nama Proyek: <em>Twin Tower<\/em> Universitas Airlangga<\/p>\n\n\n\n<p>Lokasi: Jl. Airlangga No. 4-6, Airlangga, Kec, Gubeng, Surabaya, JawaTimur<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah lantai: 18 Lantai<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"288\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/nabilaa3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1052\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/nabilaa3.png 512w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/nabilaa3-300x169.png 300w\" sizes=\"(max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Sumber: upnjatim.ac.id<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Nama Proyek: <em>Twin Tower <\/em>UPN Jawa Timur<\/p>\n\n\n\n<p>Lokasi: Rungkut Madya No. 1, Gn. Anyar, Kec. Gn Anyar, Surabaya Jawa Timur<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah lantai: 12 Lantai<\/p>\n\n\n\n<p><em>Aluminium Composite Panel (ACP)<\/em> terus menjadi pilihan unggul di sektor konstruksi modern. Baik untuk fasad eksterior maupun elemen interior, <em>ACP<\/em> menawarkan solusi yang inovatif sekaligus estetis bagi berbagai jenis bangunan. Seiring dengan kemajuan teknologi, material ini diperkirakan akan semakin banyak digunakan di masa depan, memberikan tampilan modern dan daya tahan tinggi pada setiap proyek konstruksi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Penulis: Alfi Najua Nabila<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia arsitektur modern, fasad bangunan memiliki peran penting, tidak hanya dari segi estetika, tetapi juga dalam hal daya tahan dan efisiensi. Salah satu material yang sering digunakan untuk fasad adalah Aluminium Composite Panel (ACP), sebuah material konstruksi yang terbuat dari kombinasi panel aluminium dengan bahan komposit. ACP telah menjadi favorit untuk berbagai bangunan komersial seperti hotel, mall, dan gedung perkantoran. Tidak sedikit yang penasaran tentang bagaimana cara menciptakan keindahan arsitektur yang mengagumkan, terutama ketika melihat fasad yang terbuat dari Aluminium Composite Panel (ACP). Jenis ACP ada dua jenis yang pertama jenis PVDF ( poly vinyl ) dan jenis PE (Polyester) berikut ini penjelasan lengkapnya yang dapat digunakan untuk kontruksi bangunan. ACP PVDF memiliki lapisan yang sangat tebal, dapat bertahan dalam berbagai cuaca yang ekstrem serta warnanya tidak pudar. Oleh karena itu, ACP PVDF ini sangat cocok untuk digunakan pada bagian eksterior sebuah bangunan. Harga dari ACP PVDF ini relative mahal karena berbagai macam keunggulannya tersebut 2. PE (Polyester) ACP jenis polyester hanya memiliki satu lapisan, yang mana membuat lapisannya lebih tipis. Oleh karena itu harga dari jenis Polyester PE ini lebih murah dari jenis PVDF. Biasanya, ACP Polyester sering digunakan untuk konstruksi interior sebuah bangunan, seperti untuk plafon, partisi, atau penutup kolom. Berikut adalah contoh bangunan yang menggunakan ACP: Nama Proyek: Avian Tower Lokasi: Jl. Ahmad Yani No. 317, Surabaya Luas Area Bangunan: 12.108 meter persegi Jumlah Lantai: 20 dengan 1 basemen Tinggi Bangunan: 84 meter Nama Proyek: Twin Tower Universitas Airlangga Lokasi: Jl. Airlangga No. 4-6, Airlangga, Kec, Gubeng, Surabaya, JawaTimur Jumlah lantai: 18 Lantai Nama Proyek: Twin Tower UPN Jawa Timur Lokasi: Rungkut Madya No. 1, Gn. Anyar, Kec. Gn Anyar, Surabaya Jawa Timur Jumlah lantai: 12 Lantai Aluminium Composite Panel (ACP) terus menjadi pilihan unggul di sektor konstruksi modern. Baik untuk fasad eksterior maupun elemen interior, ACP menawarkan solusi yang inovatif sekaligus estetis bagi berbagai jenis bangunan. Seiring dengan kemajuan teknologi, material ini diperkirakan akan semakin banyak digunakan di masa depan, memberikan tampilan modern dan daya tahan tinggi pada setiap proyek konstruksi. Penulis: Alfi Najua Nabila<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[100,202,204,203],"class_list":["post-1040","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-arsitektur-dan-desain","tag-arsitektur","tag-desain-bangunan","tag-fasad","tag-gedung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1040"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1058,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions\/1058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}