{"id":1204,"date":"2024-10-16T17:36:15","date_gmt":"2024-10-16T10:36:15","guid":{"rendered":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/?p=1204"},"modified":"2024-11-04T11:36:36","modified_gmt":"2024-11-04T04:36:36","slug":"arti-kata-gwenchana-yang-viral-di-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/arti-kata-gwenchana-yang-viral-di-media-sosial\/","title":{"rendered":"Arti Kata &#8220;Gwenchana&#8221; yang Viral di Media Sosial"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"724\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/Untitled2_20240928020058-1024x724.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1207\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/Untitled2_20240928020058-1024x724.png 1024w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/Untitled2_20240928020058-300x212.png 300w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/Untitled2_20240928020058-768x543.png 768w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/Untitled2_20240928020058-1536x1086.png 1536w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/Untitled2_20240928020058.png 1754w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>      Kata &#8220;gwenchana&#8221; atau dalam hangeul (\uad1c\ucc2e\uc544) akhir-akhir ini semakin sering terdengar, terutama di kalangan penggemar K-Pop dan drama Korea karena sering digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari percakapan sehari-hari hingga dalam caption media sosial. Kata ini berasal dari bahasa Korea dan memiliki arti yang cukup fleksibel. Secara umum, &#8220;gwenchana&#8221; dapat diartikan sebagai &#8220;tidak apa-apa&#8221; atau &#8220;baik-baik saja&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>      Penggunaan &#8220;gwenchana&#8221; sangat umum dalam percakapan sehari-hari di Korea. Kata ini sering digunakan untuk menanyakan keadaan seseorang. Dapat juga digunakan sebagai jawaban atas pertanyaan tentang keadaan seseorang atau untuk menenangkan orang lain. Misalnya, jika seseorang bertanya &#8220;Apakah kamu baik-baik saja?&#8221;, jawaban yang umum adalah &#8220;Gwenchana&#8221;. Selain itu, &#8220;gwenchana&#8221; juga bisa digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu situasi tidak perlu dikhawatirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>      Popularitas kata &#8220;gwenchana&#8221; di luar Korea Selatan semakin meningkat seiring dengan semakin populernya budaya Korea. Kata &#8220;gwenchana&#8221; seringkali menjadi viral di media sosial terutama aplikasi Tiktok, dan bahkan menjadi trend dikalangan non penggemar K-pop atau drama Korea. Beberapa diantaranya adalah karena potongan video DeanKT seorang streamer Esports asal Indonesia, video Imran Bard seorang Tiktokers asal Malaysia, dan juga beberapa scene drama Lee Yi-kyung seorang aktor asal Korea Selatan yang bahkan dijuluki sebagai &#8220;Mas Gwenchana&#8221; oleh fans drama Korea di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis:LKN<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata &#8220;gwenchana&#8221; atau dalam hangeul (\uad1c\ucc2e\uc544) akhir-akhir ini semakin sering terdengar, terutama di kalangan penggemar K-Pop dan drama Korea karena sering digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari percakapan sehari-hari hingga dalam caption media sosial. Kata ini berasal dari bahasa Korea dan memiliki arti yang cukup fleksibel. Secara umum, &#8220;gwenchana&#8221; dapat diartikan sebagai &#8220;tidak apa-apa&#8221; atau &#8220;baik-baik saja&#8221;. Penggunaan &#8220;gwenchana&#8221; sangat umum dalam percakapan sehari-hari di Korea. Kata ini sering digunakan untuk menanyakan keadaan seseorang. Dapat juga digunakan sebagai jawaban atas pertanyaan tentang keadaan seseorang atau untuk menenangkan orang lain. Misalnya, jika seseorang bertanya &#8220;Apakah kamu baik-baik saja?&#8221;, jawaban yang umum adalah &#8220;Gwenchana&#8221;. Selain itu, &#8220;gwenchana&#8221; juga bisa digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu situasi tidak perlu dikhawatirkan. Popularitas kata &#8220;gwenchana&#8221; di luar Korea Selatan semakin meningkat seiring dengan semakin populernya budaya Korea. Kata &#8220;gwenchana&#8221; seringkali menjadi viral di media sosial terutama aplikasi Tiktok, dan bahkan menjadi trend dikalangan non penggemar K-pop atau drama Korea. Beberapa diantaranya adalah karena potongan video DeanKT seorang streamer Esports asal Indonesia, video Imran Bard seorang Tiktokers asal Malaysia, dan juga beberapa scene drama Lee Yi-kyung seorang aktor asal Korea Selatan yang bahkan dijuluki sebagai &#8220;Mas Gwenchana&#8221; oleh fans drama Korea di Indonesia. Penulis:LKN<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[408,407,409],"class_list":["post-1204","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kata-kita","tag-artikata","tag-gwenchana","tag-409"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1204"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2430,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204\/revisions\/2430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}