{"id":1264,"date":"2024-10-16T19:05:50","date_gmt":"2024-10-16T12:05:50","guid":{"rendered":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/?p=1264"},"modified":"2024-10-16T19:05:50","modified_gmt":"2024-10-16T12:05:50","slug":"indonesia-tim-termuda-di-kualifikasi-world-cup-2026-zona-asia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/indonesia-tim-termuda-di-kualifikasi-world-cup-2026-zona-asia\/","title":{"rendered":"Indonesia Tim Termuda Di Kualifikasi World Cup 2026 Zona Asia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"569\" height=\"631\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/image-8.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1267\" style=\"width:620px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/image-8.png 569w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/image-8-271x300.png 271w\" sizes=\"(max-width: 569px) 100vw, 569px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Sumber: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DBLX8vFzcaN\/?igsh=ZGEzamY2OTllMHdl\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/DBLX8vFzcaN\/?igsh=ZGEzamY2OTllMHdl<\/a><\/em> <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagai tim termuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia membawa semangat muda dan penuh optimisme. Meski menghadapi tantangan berat, skuad Garuda Muda ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di masa depan. Partisipasi mereka dalam kualifikasi ini tidak hanya sekedar mengikuti kompetisi, namun juga menjadi ajang pematangan bagi para pemain muda berbakat Indonesia. Dengan pengalaman berharga yang diperoleh, mereka akan siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dilansir dari postingan instagram @goodstarts.id : \u201c Rata-rata usia skuad Timnas Indonesia pada Oktober 2024 ada di angka 25,3 tahun, jadi yang termuda di antara 18 tim Kualifikasi R3 Piala Dunia 2026 Zona Asia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Meski dihuni pemain-pemain muda, Garuda tetap mampu tampil pede kala dipertemukan dengan tim-tim raksasa di Grup C.\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Muhammad Erdi Sya&#8217;brilliant<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai tim termuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia membawa semangat muda dan penuh optimisme. Meski menghadapi tantangan berat, skuad Garuda Muda ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di masa depan. Partisipasi mereka dalam kualifikasi ini tidak hanya sekedar mengikuti kompetisi, namun juga menjadi ajang pematangan bagi para pemain muda berbakat Indonesia. Dengan pengalaman berharga yang diperoleh, mereka akan siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dilansir dari postingan instagram @goodstarts.id : \u201c Rata-rata usia skuad Timnas Indonesia pada Oktober 2024 ada di angka 25,3 tahun, jadi yang termuda di antara 18 tim Kualifikasi R3 Piala Dunia 2026 Zona Asia.\u201d \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Meski dihuni pemain-pemain muda, Garuda tetap mampu tampil pede kala dipertemukan dengan tim-tim raksasa di Grup C.\u00a0\u00a0\u00a0 Penulis: Muhammad Erdi Sya&#8217;brilliant<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[137],"class_list":["post-1264","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-olahraga","tag-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1264"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1275,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264\/revisions\/1275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}