{"id":1279,"date":"2024-10-16T19:19:14","date_gmt":"2024-10-16T12:19:14","guid":{"rendered":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/?p=1279"},"modified":"2025-12-07T00:49:55","modified_gmt":"2025-12-06T17:49:55","slug":"warisan-kuliner-yang-tak-lekang-oleh-waktu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/warisan-kuliner-yang-tak-lekang-oleh-waktu\/","title":{"rendered":"Warisan Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"576\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-16-at-15.08.50-576x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1282\" style=\"width:312px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-16-at-15.08.50-576x1024.jpeg 576w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-16-at-15.08.50-169x300.jpeg 169w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-16-at-15.08.50-768x1365.jpeg 768w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-16-at-15.08.50-864x1536.jpeg 864w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-16-at-15.08.50-1152x2048.jpeg 1152w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-16-at-15.08.50-scaled.jpeg 1440w\" sizes=\"(max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-small-font-size\"><em>Sumber : Dokumentasi Pribadi<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\">&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignwide is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-1 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\">Surabaya, 16 Oktober 2024 \u2013 kacang hijau adalah tumbuhan dengan\u00a0 sumber nutrisi yang sangat lengkap dan bermacam-macam manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Berikut manfaat utama dari kacang hijau yaitu kacang\u00a0 hijau kaya akan serat yang membantu melancarkan proses pencernaan, mencegah sembelit, dan meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan, tak hanya itu kacang hijau juga bisa membantu menurunkan berat badan karena serat yang ada dalam kacang hijau membuat kita\u00a0 merasa kenyang lebih lama. sering kita jumpai kacang hijau di berbagai olahan makanan manis seperti halnya bubur kacang hijau, isian dari dalam pastry atau dessert seperti bakpia, bakpao dsb.\u00a0 <\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\">Bagaimana jika kacang hijau menjadi olahan makanan dengan cita rasa yang khas, dan otentik? gulai kacang hijau hadir dengan menjadi bagian tradisi kuliner yang kaya akan cita rasa, serta semakin populer di kalangan pecinta kuliner indonesia. Banyak warung yang telah berdiri selama puluhan tahun dan menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk menikmati hidangan ini. Salah satu tempat terkenal untuk menikmati gulai kacang hijau adalah warung Bu Azizah di kawasan Ampel Surabaya. Warung ini telah beroperasi sejak tahun 1963 dan menjadi favorit banyak pelanggan karena rasa gulai yang sedap dan harga yang terjangkau. Dengan porsi besar hanya seharga Rp 20 ribu per porsi, gulai kacang hijau Bu Azizah menjadi pilihan tepat bagi penggemar kuliner lokal. Dengan resep yang diturunkan dari generasi ke generasi kuliner yang khas dan\u00a0 lezat ini mampu bersaing dengan kuliner yang hadir seiring perkembangan zaman.\u00a0<\/h3>\n\n\n\n<p>Penulis : (FKA)<\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber : Dokumentasi Pribadi &nbsp; Surabaya, 16 Oktober 2024 \u2013 kacang hijau adalah tumbuhan dengan\u00a0 sumber nutrisi yang sangat lengkap dan bermacam-macam manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Berikut manfaat utama dari kacang hijau yaitu kacang\u00a0 hijau kaya akan serat yang membantu melancarkan proses pencernaan, mencegah sembelit, dan meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan, tak hanya itu kacang hijau juga bisa membantu menurunkan berat badan karena serat yang ada dalam kacang hijau membuat kita\u00a0 merasa kenyang lebih lama. sering kita jumpai kacang hijau di berbagai olahan makanan manis seperti halnya bubur kacang hijau, isian dari dalam pastry atau dessert seperti bakpia, bakpao dsb.\u00a0 Bagaimana jika kacang hijau menjadi olahan makanan dengan cita rasa yang khas, dan otentik? gulai kacang hijau hadir dengan menjadi bagian tradisi kuliner yang kaya akan cita rasa, serta semakin populer di kalangan pecinta kuliner indonesia. Banyak warung yang telah berdiri selama puluhan tahun dan menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk menikmati hidangan ini. Salah satu tempat terkenal untuk menikmati gulai kacang hijau adalah warung Bu Azizah di kawasan Ampel Surabaya. Warung ini telah beroperasi sejak tahun 1963 dan menjadi favorit banyak pelanggan karena rasa gulai yang sedap dan harga yang terjangkau. Dengan porsi besar hanya seharga Rp 20 ribu per porsi, gulai kacang hijau Bu Azizah menjadi pilihan tepat bagi penggemar kuliner lokal. Dengan resep yang diturunkan dari generasi ke generasi kuliner yang khas dan\u00a0 lezat ini mampu bersaing dengan kuliner yang hadir seiring perkembangan zaman.\u00a0 Penulis : (FKA)<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":1282,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[457,7],"tags":[58,52],"class_list":["post-1279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-highlight-kuliner","category-kuliner","tag-kuliner","tag-surabaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1279"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1279"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1279\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1508,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1279\/revisions\/1508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}