{"id":1299,"date":"2024-10-16T19:23:50","date_gmt":"2024-10-16T12:23:50","guid":{"rendered":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/?p=1299"},"modified":"2024-10-16T19:33:44","modified_gmt":"2024-10-16T12:33:44","slug":"batik-jadi-atribut-wajib-mahasiswa-upn-veteran-jatim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/batik-jadi-atribut-wajib-mahasiswa-upn-veteran-jatim\/","title":{"rendered":"Batik Jadi Atribut Wajib Mahasiswa UPN Veteran Jatim"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" data-id=\"1312\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/IMG_20241002_133244-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1312\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/IMG_20241002_133244-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/IMG_20241002_133244-300x169.jpg 300w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/IMG_20241002_133244-768x432.jpg 768w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/IMG_20241002_133244-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/IMG_20241002_133244-2048x1153.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Mau kuliah di UPN Veteran Jatim? Siap-siap deh pakai batik! Unik kan? Jadi, semua mahasiswa di sini wajib pakai batik kalau lagi ngambil mata kuliah umum. Tujuannya keren banget, yaitu biar kita semua makin cinta sama budaya Indonesia, terutama batik yang udah jadi warisan leluhur kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan sering pakai batik, kita jadi lebih menghargai budaya sendiri dan punya rasa nasionalisme yang tinggi. Selain itu, kita juga bisa jadi lebih kreatif karena bisa pilih batik dengan motif dan model yang unik sesuai selera kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun ada aturan pakai batik, kampus juga sering mengadakan acara-acara seru seperti belajar bikin batik atau pameran batik. Jadi, nggak cuma disuruh pakai, tapi kita juga diajak untuk lebih memahami dan mencintai batik. Keren banget kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, di zaman sekarang yang gampang banget terpengaruh budaya luar, upaya UPN Veteran Jatim ini tuh penting banget. Dengan pakai batik, kita ikut menjaga kelestarian budaya Indonesia dan bikin identitas bangsa kita jadi makin kuat. Plus, bikin batik kan biasanya pakai bahan-bahan alami, jadi sekaligus kita juga ikut menjaga lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Kirana aridhani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau kuliah di UPN Veteran Jatim? Siap-siap deh pakai batik! Unik kan? Jadi, semua mahasiswa di sini wajib pakai batik kalau lagi ngambil mata kuliah umum. Tujuannya keren banget, yaitu biar kita semua makin cinta sama budaya Indonesia, terutama batik yang udah jadi warisan leluhur kita. Dengan sering pakai batik, kita jadi lebih menghargai budaya sendiri dan punya rasa nasionalisme yang tinggi. Selain itu, kita juga bisa jadi lebih kreatif karena bisa pilih batik dengan motif dan model yang unik sesuai selera kita. Meskipun ada aturan pakai batik, kampus juga sering mengadakan acara-acara seru seperti belajar bikin batik atau pameran batik. Jadi, nggak cuma disuruh pakai, tapi kita juga diajak untuk lebih memahami dan mencintai batik. Keren banget kan? Nah, di zaman sekarang yang gampang banget terpengaruh budaya luar, upaya UPN Veteran Jatim ini tuh penting banget. Dengan pakai batik, kita ikut menjaga kelestarian budaya Indonesia dan bikin identitas bangsa kita jadi makin kuat. Plus, bikin batik kan biasanya pakai bahan-bahan alami, jadi sekaligus kita juga ikut menjaga lingkungan. Penulis : Kirana aridhani<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[43],"class_list":["post-1299","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-upnvjt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1299"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1299"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1299\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1339,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1299\/revisions\/1339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}