{"id":767,"date":"2024-09-26T08:31:12","date_gmt":"2024-09-26T01:31:12","guid":{"rendered":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/?p=767"},"modified":"2024-09-26T08:31:12","modified_gmt":"2024-09-26T01:31:12","slug":"pemanfaatan-limbah-dengan-kreatif-dan-inovatif-olah-limbah-melalui-kreativitas-melukis-im-not-trash","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/pemanfaatan-limbah-dengan-kreatif-dan-inovatif-olah-limbah-melalui-kreativitas-melukis-im-not-trash\/","title":{"rendered":"Pemanfaatan Limbah dengan Kreatif dan Inovatif: Olah Limbah melalui Kreativitas Melukis I\u2019m Not Trash"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"430\" height=\"323\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/09\/Picture1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-768\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/09\/Picture1.jpg 430w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/09\/Picture1-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 430px) 100vw, 430px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Dokumentasi Pribadi<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Surabaya, 26 Januari 2024 \u2013 <\/strong>Disaat penat dan merasa jenuh, perlu adanya kegiatan <em>me-refresh <\/em>diri agar kembali segar baik pikiran maupun tubuh dengan melakukan kegiatan yang positif seperti mengasah kreativitas dan inovatif diri melalui karya. Salah satu cara menuangkan kreativitas diri yaitu melukis, dengan melukis kita dapat memanfaatkan limbah yang dapat di daur ulang sebagai media utama dalam menghasilkan karya melalui kegiatan melukis.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini I\u2019m Not Trash telah hadir untuk mejadi tempat masyarakat menuangkan kreativitasnya disaat sedang bosan dan membutuhkan ruang hiburan dengan mengasah diri. I\u2019m Not Trash dihadirkan sebagai tempat yang menawarkan dan memberikan pengalaman yang seru<\/p>\n\n\n\n<p>dan menyenangkan untuk masyarakat, <em>Outlet <\/em>ini berpusat dan di Jakarta dan memiliki cabang di beberapa <em>Mall <\/em>yang ada di Surabaya.<\/p>\n\n\n\n<p>I\u2019m Not Trash ini ialah tempat yang mengelola limbah daur ulang yang dikonsep dan dimodifikasi dimana limbah ini dibentuk menjadi bentuk karakter \u2013 karakter yang beraneka ragam seperti karakter kartun, berbentuk flora fauna yang pastinya lucu dan menarik minat para masyarakat untuk mencobanya melukisnya. Untuk melukis di tempat ini di bandrol dengan harga mulai dari Rp 20.000 para pengunjung sudah bisa melukis di I\u2019m Not Trash ini dan mendapatkan 1 karakter lukisan, Cat Warna bebas pilih beserta Kuas.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun pernyataan dari pengawai tempat ini, Ia menjelaskan bahwa konsep yang dihadirkan oleh I\u2019m Not Trash ini salah satunya ingin membuktikan bahwa tidak semua limbah itu dibuang begitu saja tetapi limbah itu juga dapat dimanfaatkan kembali dengan mendaur ulang menjadi barang baru yang memiliki nilai kreativitas, inovasi, dan estetika yang tinggi serta menjadi suatu karya yang memiliki nilai jual. Disisi lain, juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah limbah dengan harapan dapat mengubah limbah menjadi suatu hastakarya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami ingin mengubah cara berpikir orang tentang sampah. Kami ingin menunjukkan bahwa limbah bukannya tidak berharga, tetapi dapat diubah menjadi mahakarya kreatif yang luar biasa. Melalui tempat hiburan ini, kami berharap masyarakat akan melihat pentingnya mengurangi sampah dan dapat membangun kreativitas.\u201d ujarnya<\/p>\n\n\n\n<p>Pengunjung tempat asah kreativitas I\u2019m Not Trash ini berasal dari berbagai kalangan. Terdapat dari kalangan usia anak, remaja, serta orang dewasa yang berkunjung untuk berkreativitas diwaktu luang dan <em>me-<\/em>r<em>efresh <\/em>diri. Respon dn tanggapan pengunjung tempat I\u2019m Not Trash ini memberikan respon yang positif dimana pengunjung memberikan berbagai kesan menyenangkan dari pengalaman yang mereka dapatkan dan rasakan ketika menuangkan melalui melukis limbah daur ulang. Salah satu pengunjung, Mengaku bahwa dengan hadirnya tempat I\u2019m Not Trash ini cocok dijadikan pilihan mengasah kreativitas untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat dan menghasilkan momen-momen seru dan menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTempat ini seru, dikarenakan tempat ini mengusung tema yang kreatif dan tidak membosankan dan bisa menjadi opsi <em>date <\/em>bareng temen,pacar, atau keluarga,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya I\u2019m Not Trash ini dapat mengubah pandangan masyarakat yang selalu menganggap hal-hal kecil seperti sampah atau limbah hanya suatu barang buangan yang tidak berguna, akhirnya menjadi pandangan bahwa suatu limbah dapat di daur ulang menjadi barang yang berguna dengan mengolahnya kembali sesuai konsepnya masing-masing. Kegiatan ini adalah kegiatan yang menyenangkan. Hal ini dapat dilihat dari I\u2019m Not Trash ini yang memberikan ruang kebebasn berekspresi dan kreavitas untuk masyarakat dapat mengenal, mendalami, dan memahami bahwa sampah limbah yang didaur ulang bisa menciptakan pengalaman luar biasa menyenangkan dan menghasilkan suatu hastakarya dari hasil kreativitas diri<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui adanya kombinasi antara pengasahan kreativitas dan kesadaran lingkungan, I\u2019m Not Trash Surabaya membuktikan bahwa mengubah sampah menjadi kreativitas adalah sebuah langkah kecil yang dapat memberikan dampak baik dan positif untuk menjaga lingkungan dan pengurangi pembuangan sampah limbah. Tempat ini juga membuktikan bahwa setiap orang memiliki potensi dan kemampuan berkreativitas dengan mengasah diri yang dituangkan melalui kegiatan melukis.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Yohana Kezia Warista Poppy Pribadi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya, 26 Januari 2024 \u2013 Disaat penat dan merasa jenuh, perlu adanya kegiatan me-refresh diri agar kembali segar baik pikiran maupun tubuh dengan melakukan kegiatan yang positif seperti mengasah kreativitas dan inovatif diri melalui karya. Salah satu cara menuangkan kreativitas diri yaitu melukis, dengan melukis kita dapat memanfaatkan limbah yang dapat di daur ulang sebagai media utama dalam menghasilkan karya melalui kegiatan melukis. Kini I\u2019m Not Trash telah hadir untuk mejadi tempat masyarakat menuangkan kreativitasnya disaat sedang bosan dan membutuhkan ruang hiburan dengan mengasah diri. I\u2019m Not Trash dihadirkan sebagai tempat yang menawarkan dan memberikan pengalaman yang seru dan menyenangkan untuk masyarakat, Outlet ini berpusat dan di Jakarta dan memiliki cabang di beberapa Mall yang ada di Surabaya. I\u2019m Not Trash ini ialah tempat yang mengelola limbah daur ulang yang dikonsep dan dimodifikasi dimana limbah ini dibentuk menjadi bentuk karakter \u2013 karakter yang beraneka ragam seperti karakter kartun, berbentuk flora fauna yang pastinya lucu dan menarik minat para masyarakat untuk mencobanya melukisnya. Untuk melukis di tempat ini di bandrol dengan harga mulai dari Rp 20.000 para pengunjung sudah bisa melukis di I\u2019m Not Trash ini dan mendapatkan 1 karakter lukisan, Cat Warna bebas pilih beserta Kuas. Adapun pernyataan dari pengawai tempat ini, Ia menjelaskan bahwa konsep yang dihadirkan oleh I\u2019m Not Trash ini salah satunya ingin membuktikan bahwa tidak semua limbah itu dibuang begitu saja tetapi limbah itu juga dapat dimanfaatkan kembali dengan mendaur ulang menjadi barang baru yang memiliki nilai kreativitas, inovasi, dan estetika yang tinggi serta menjadi suatu karya yang memiliki nilai jual. Disisi lain, juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah limbah dengan harapan dapat mengubah limbah menjadi suatu hastakarya. \u201cKami ingin mengubah cara berpikir orang tentang sampah. Kami ingin menunjukkan bahwa limbah bukannya tidak berharga, tetapi dapat diubah menjadi mahakarya kreatif yang luar biasa. Melalui tempat hiburan ini, kami berharap masyarakat akan melihat pentingnya mengurangi sampah dan dapat membangun kreativitas.\u201d ujarnya Pengunjung tempat asah kreativitas I\u2019m Not Trash ini berasal dari berbagai kalangan. Terdapat dari kalangan usia anak, remaja, serta orang dewasa yang berkunjung untuk berkreativitas diwaktu luang dan me-refresh diri. Respon dn tanggapan pengunjung tempat I\u2019m Not Trash ini memberikan respon yang positif dimana pengunjung memberikan berbagai kesan menyenangkan dari pengalaman yang mereka dapatkan dan rasakan ketika menuangkan melalui melukis limbah daur ulang. Salah satu pengunjung, Mengaku bahwa dengan hadirnya tempat I\u2019m Not Trash ini cocok dijadikan pilihan mengasah kreativitas untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat dan menghasilkan momen-momen seru dan menyenangkan. \u201cTempat ini seru, dikarenakan tempat ini mengusung tema yang kreatif dan tidak membosankan dan bisa menjadi opsi date bareng temen,pacar, atau keluarga,\u201d ujarnya. Dengan adanya I\u2019m Not Trash ini dapat mengubah pandangan masyarakat yang selalu menganggap hal-hal kecil seperti sampah atau limbah hanya suatu barang buangan yang tidak berguna, akhirnya menjadi pandangan bahwa suatu limbah dapat di daur ulang menjadi barang yang berguna dengan mengolahnya kembali sesuai konsepnya masing-masing. Kegiatan ini adalah kegiatan yang menyenangkan. Hal ini dapat dilihat dari I\u2019m Not Trash ini yang memberikan ruang kebebasn berekspresi dan kreavitas untuk masyarakat dapat mengenal, mendalami, dan memahami bahwa sampah limbah yang didaur ulang bisa menciptakan pengalaman luar biasa menyenangkan dan menghasilkan suatu hastakarya dari hasil kreativitas diri Melalui adanya kombinasi antara pengasahan kreativitas dan kesadaran lingkungan, I\u2019m Not Trash Surabaya membuktikan bahwa mengubah sampah menjadi kreativitas adalah sebuah langkah kecil yang dapat memberikan dampak baik dan positif untuk menjaga lingkungan dan pengurangi pembuangan sampah limbah. Tempat ini juga membuktikan bahwa setiap orang memiliki potensi dan kemampuan berkreativitas dengan mengasah diri yang dituangkan melalui kegiatan melukis. Penulis: Yohana Kezia Warista Poppy Pribadi<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[74,73,70,72,71],"class_list":["post-767","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hiburan-entertainment","tag-im-not-trash","tag-inovasi","tag-limbah","tag-olah-limbah","tag-pemanfaatan-limbah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/767"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=767"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":769,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/767\/revisions\/769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}