{"id":941,"date":"2024-10-16T15:20:46","date_gmt":"2024-10-16T08:20:46","guid":{"rendered":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/?p=941"},"modified":"2025-12-07T00:49:22","modified_gmt":"2025-12-06T17:49:22","slug":"mie-yamin-surabaya-yang-tidak-kalah-populer-di-kalangan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/mie-yamin-surabaya-yang-tidak-kalah-populer-di-kalangan-masyarakat\/","title":{"rendered":"Mie Yamin Surabaya Yang Tidak Kalah Populer Di Kalangan Masyarakat"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-depan-mi-yamin-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-982\" style=\"width:220px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-depan-mi-yamin-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-depan-mi-yamin-225x300.jpeg 225w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-depan-mi-yamin-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-depan-mi-yamin-1536x2048.jpeg 1536w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-depan-mi-yamin-scaled.jpeg 1920w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>[Surabaya, &#8211; Mie Yamin], Hidangan sederhana dengan porsi yang gokil, telah menjadi kuliner populer di Surabaya. Dengan cita rasa manis gurih yang khas, serta ada berbagai level pedas hingga mi yamin original tersedia setiap saat, &nbsp;mie yamin berhasil memikat lidah para pecinta kuliner dari berbagai kalangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada &nbsp;warung makan Mie Yamin Gubeng di Surabaya menawarkan varian mie yamin dengan topping yang berbeda, mulai dari ceker mrepul, bakwan daging sapi, pangsit rebus, kripik pangsit, ceker kober gila, pentol kober, dan tersedia minuman es teh dan es jeruk yang segar. Namun, yang tak berubah adalah kelezatan bumbunya yang terbuat dari campuran kecap manis, bawang goreng, da rempah-rempah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan harga kisaran Rp. 15.000 yang relatif murah bagi kantong pelajar dan porsi yang gokil bikin kenyang. Sangat enak di nikmat waktu malam setelah jalan-jalan. Tak kalah menarik dari lainnya setiap Hari Jum\u2019at terdapat free es teh yang menghemat budget makan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk alamatnya cukup nyempil masuk kedalam gang ynag tidak terlalu sempit, yaitu di Jalan Gubeng Jaya IX No. 48 Surabaya (https:\/\/g.co\/kgs\/qNjF2tK)<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cmie yamin ini makanan sangat lezat, dengan harga yang affordable mie yamin ini porsinya sangat banyak, rasa pedas manis nya juga pas untuk dinikmati, juga pelayanan yang diberikan oleh penjual juga sangat baik.\u201d ujar Aulya, seorang penggemar mie yamin gubeng asal surabaya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-mi-yamin-gubeng-1-1-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-984\" style=\"width:233px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-mi-yamin-gubeng-1-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-mi-yamin-gubeng-1-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-mi-yamin-gubeng-1-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-mi-yamin-gubeng-1-1-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/10\/foto-mi-yamin-gubeng-1-1-2048x1536.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sumber: Pribadi <\/p>\n\n\n\n<p>RD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[Surabaya, &#8211; Mie Yamin], Hidangan sederhana dengan porsi yang gokil, telah menjadi kuliner populer di Surabaya. Dengan cita rasa manis gurih yang khas, serta ada berbagai level pedas hingga mi yamin original tersedia setiap saat, &nbsp;mie yamin berhasil memikat lidah para pecinta kuliner dari berbagai kalangan. Pada &nbsp;warung makan Mie Yamin Gubeng di Surabaya menawarkan varian mie yamin dengan topping yang berbeda, mulai dari ceker mrepul, bakwan daging sapi, pangsit rebus, kripik pangsit, ceker kober gila, pentol kober, dan tersedia minuman es teh dan es jeruk yang segar. Namun, yang tak berubah adalah kelezatan bumbunya yang terbuat dari campuran kecap manis, bawang goreng, da rempah-rempah lainnya. Dengan harga kisaran Rp. 15.000 yang relatif murah bagi kantong pelajar dan porsi yang gokil bikin kenyang. Sangat enak di nikmat waktu malam setelah jalan-jalan. Tak kalah menarik dari lainnya setiap Hari Jum\u2019at terdapat free es teh yang menghemat budget makan. Untuk alamatnya cukup nyempil masuk kedalam gang ynag tidak terlalu sempit, yaitu di Jalan Gubeng Jaya IX No. 48 Surabaya (https:\/\/g.co\/kgs\/qNjF2tK) \u201cmie yamin ini makanan sangat lezat, dengan harga yang affordable mie yamin ini porsinya sangat banyak, rasa pedas manis nya juga pas untuk dinikmati, juga pelayanan yang diberikan oleh penjual juga sangat baik.\u201d ujar Aulya, seorang penggemar mie yamin gubeng asal surabaya. Sumber: Pribadi RD<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":982,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[457,7],"tags":[168,172,170,166,52],"class_list":["post-941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-highlight-kuliner","category-kuliner","tag-gubeng","tag-kulinersurabaya","tag-mienak","tag-miyamin","tag-surabaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/941"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=941"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/941\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1404,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/941\/revisions\/1404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media\/982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik.upnjatim.ac.id\/dalamkata\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}